Belajar Investasi kuncinya adalah konsisten dan up-to-date. Karena kondisi market tahun ini dan tahun lalu pasti berbeda, kita harus selalu siap dengan perubahan, entah perubahan struktur sosial, perubahan geopolitik, perubahan tren, perubahan kebijakan moneter, sampai perubahan pola konsumtif manusia.
Cari tahu bagaimana gaya investasi yang sesuai dengan kepribadianmu, karena setiap orang punya gaya investasi yang berbeda-beda. Ada yang sangat agresif, ada yang moderat, ada yang pelan-pelan tapi pasti, ada yang bisa kontrol emosi, ada yang susah kontrol emosi, semua orang punya cara yang berbeda dalam merespon market. Ketahuilah bagaimana cara kamu merespon market, mencoba terjun di dunia investasi sendiri artinya berani mengambil risiko. Kalau kita tidak berani ambil risiko, investasi saja di Reksadana atau Obligasi, yang risikonya minim. Tapi kalau hanya investasi di instrumen yang low risk dan low return, hasilnya tidak terasa!
Dari dulu kita diajar untuk menyimpan uang dengan aman, membeli emas sebagai aset yang aman, beli tanah, rumah, properti kalau uangnya besar biar aman. Tapi sebenarnya, aman yang kita pikir tidaklah se"aman" itu. Apapun itu, semua hal di dunia ini punya risiko, bahkan langkah kita setiap harinya penuh risiko juga. Jadi apa salahnya kita berani mengambil risiko tinggi demi mendapat gain yang lebih tinggi juga? Investasi Saham, atau Investasi Kripto adalah instrumen yang dikategorikan sebagai high-risk. Jelas, karena dalam 1 hari saja di market kripto, modal kamu bisa langsung mines 90%, itu dalam 1 hari. Sedangkan di market saham, khususnya di Indonesia, aturannya saham bisa turun harganya dalam 1 hari sedalam 15%-35%, itu dalam 1 hari. Risikonya sangat besar! Tapi dalam 1 hari juga, di pasar kripto modal kamu bisa naik lebih dari 100%, atau bahkan beratus-ratus persen. Kalau di pasar saham indonesia, maksimal kenaikan harga saham dalam 1 hari adalah 15%-35%. Potensi keuntungannya juga sama-sama besar!
Ekonomi secara global maupun nasional, pasti selalu menghadapi berbagai macam tantangan. Peranglah, krisislah, inflasilah, semuanya penuh tantangan dan setiap pilihan pasti berisiko, tapi hidup memang penuh risiko bukan? Mengambil risiko bukan berarti judi? Kalau setiap kita mengambil risiko tinggi dikatakan judi, berarti hidup kita setiap harinya adalah judi? Kita sekolah tidak pernah tahu bakal ranking berapa, dan bakal jadi apa setelah lulus, apakah kita sekolah berjudi? Kita kerja, tidak pernah tahu bakal diangkat jadi apa atau bahkan risiko terburuknya bakalh kena PHK kalau perusahaan bangkrut, tapi apakah kita bekerja itu namanya berjudi? Berjudi karena semuanya tidak pasti, semuanya penuh risiko? Pemikiran radikal seperti itu sudah kuno, menolak banyak hal modern tidak menjadikan kita manusia yang lebih bijaksana. Dunia selalu berubah, jaman Nabi-pun sangat jauh berbeda dengan jaman sekarang. Bahkan kalau "Nabi" masih hidup di jaman sekarang, saya sendiri yakin umat tetap dituntut untuk ikut jaman. Menolak perkembangan jaman justru mengajak umat untuk mundur.
Faktanya kita semua hidup di dunia yang sama, risikonya sama, tantangannya sama, mungkin yang berbeda adalah peluang? Kalau kamu punya kesempatan didepan mata, kemungkinan besar orang lain belum tentu dapat peluang itu. Sekarang kamu punya akses untuk belajar gratis di TIC, dan bisa bertemu dengan pengusaha dan pemodal real, dan tidak semua orang bisa dapat peluang ini! Sekarang adalah jaman dimana apa-apa serba dijual, tapi di TIC kamu bisa belajar gratis. Jangan lewatkan peluang ini!